Moodle Service for Academic

Tantangan yang Masih Dihadapi dalam Online Education di Indonesia

Masih kurangnya dukungan stakeholders dan manajemen dalam implementasi e-learning. Kendala ini biasanya ada di institusi-institusi yang belum menyadari betul potensi dan peluang pemanfaatan e-learning dalam mendukung proses pembelajaran di era saat ini.

Kesiapan tenaga pendidik dalam membangun Bahan ajar merupakan kendala terbesar saat ini dalam implementasi Online Education, kalaupun Bahan ajar tersedia dibutuhkan langkah pemetaan dari bahan ajar Konfnsiona kedalam Bahan ajar berbasis Digital.

Yang semula dikeluhkan keberadaan Infrastruktur, kini dapat tersolusikan dengan Cloud Computing, Media Sosial dan Aplikasi Opensourse yang handal untuk dimanfaatkan.

Masih minimnya pemanfaatan fasilitas-fasilitas dalam Learning Management Systems (LMS) untuk proses pembelajaran. Walaupun sebagian institusi sudah memiliki sistem e-learning, pemanfaatannya masih baru sebatas repositori materi pembelajaran dan masih belum banyak memanfaatkan fitur interaksi antara dosen dan mahasiswa. Pemanfaatan online learning systems di Indonesia sudah mulai harus beranjak dari sekedar pemanfaatan LMS dan alat bantu berbasis TIK lainnya, menuju proses pengkajian mendalam (riset) untuk melihat sejauh mana dampak dari pemanfaatan online learning systems terhadap capaian pembelajaran (learning achievement) mahasiswa dan efektifitas pengajaran yang dilakukan oleh tnaga pendidik.

Online Education Research sangat urgen dilakukan, apalagi bila melihat jumlah perguruan tinggi, jumlah mahasiswa, jumlah dosen dan peluang online education di Indonesia. Hanya dengan 4 (Empat) langkah sederhana dibawah ini, kita mampu membangun Online Education, langkah singkat menuju Pembelajaran IOI (Internet of Thing) menggapau Education 4.0

Phase 1. Moodle Web base Development

Tahap pengembangan Aplikasi kebutuhan belajar mengajar dengan Moodle berbasis Web Responsive dapat dakses melalui Smartphone dengan Activity dan Resources Standar, sudah banyak diimplementasikan di Perguruan Tinggi. Pengembangan tahap ini dapat secara singkat dilaksanakan, dengan Infrastructure seperti layaknya membangun Website..

Phase 2. Content Authoring and Digital Media

Membangun Bahan Ajar berbasis mutli media : Pengolah html, Pengolah Audio & Video, Pengolah Alat Peraga / Animasi, Pengolah Alat Peraga SCORM dan Multimedia interaktif. Tahapan ini terutama untuk prodi-prodi tertentu yang dibutuhkan sebagai penunjang pembelajaran mata kuliah, dengan di dukung oleh fasilitas multi-media.

Phase 3. Web Confrence Integrated Development

Tahap implementasi Web Confrence dengan menggunakan Bigbluebutton (opensource) yang dapat yang berfungsi sebagai webRTC (web Real Time Communication), dilengkapi dengan Fitur video conference, voice, moderator, sharing (.pdf, .word, bahkan image ). Tahapan ini perlu dibangun apabila akan menyelenggarakan kuliah berbasis Video Confrence, merupakan Tahapan membutuhkan investasi infrastructure tinggi.

Phase 4. Moodle Mobile Apps

Tahap pengembangan melengkapi Aplikasi kebutuhan belajar mengajar Moodle berbasis Mobile.